HOME....       SITE-MAP....       My SAHABATS ....       About Me....      


weBlog  Sekapur Sirih
introspeksi - kontemplasi - aktualisasi - kreasi ..........


3/01/2010

Pakaianku dan aku ...

Disimpan di: JEJAK PENA, Anekdot, Bercermin, Kajian Suluk pada pk. 4:58 pm ; Share on Facebook artikel ini ?

 

pakaianku dan akuSuatu hari Nasruddin diundang ke sebuah kondangan. Ia pun datang memenuhi undangan itu. Namun ia tidak diijinkan masuk oleh petugas karena dianggap pakaiannya tidak layak, jubahnya kurem. Maka ia segera kembali ke rumahnya dan mengganti pakaiannya dengan yang terbaik yang dimilikinya.

Segera ia kembali ke kondangan itu. Ketika ia masuk, si penyelenggara kondangan segera menghampirinya, menyambutnya dan menyampaikan rasa hormatnya atas kesediaan Nasruddin hadir di pesta itu, bahkan menemaninya berjalan masuk dan mempersilahkan Nasruddin duduk di sisi kepala-meja perjamuan.

Ketika makanan dihidangkan, Nasruddin mengambil sup dengan sendoknya dan menuangkannya ke bajunya dan berkata, “Makanlah wahai jubahku, makanlah ! Ini jelas sekali bahwa pada hari ini engkaulah tamu kehormatan yang sesungguhnya, dan itu bukanlah aku.”

Bandung - 23/02/2009 Mulla Nasruddin stories from the Book of THE SUFI by Idris Shah, interpretasi dan alih-bahasa oleh wiwin.wr ©2009. Pernah di posting di weBlog Beranda Suluk di bawah judul Nasruddin Kondangan. Di bawah ini saya tambahkan ulasannya. … [ mau baca lanjutannya ? ] …

13/12/2009

Orangtua dan anak-anaknya

Disimpan di: JEJAK PENA, Bercermin pada pk. 8:32 pm ; Share on Facebook artikel ini ?

Syahdan Nasruddin Hoja, ditugasi menjadi hakim lokal. Suatu saat seorang ibu menemuinya bersama seorang puteranya. Ia mengeluhkan bahwa putranya punya kegemaran memakan gula-gula yang sulit dikendalikan. Ia meminta Nasruddin untuk memberitahukan kepada putranya agar berhenti memakan gula-gula. Nasruddin mengangguk dengan bijak, lalu menyuruhnya untuk kembali dalam dua minggu.

Ketika mereka kembali, ia hanya berkata kepada anak lelaki tersebut, “Nak, aku menyuruhmu untuk berhenti memakan gula-gula !”

Sang ibu bertanya, “Mengapa … [ mau baca lanjutannya ? ] …

7/12/2009

Hingar-bingar kucing

Disimpan di: JEJAK PENA, Bercermin, Kajian Suluk pada pk. 8:57 pm ; Share on Facebook artikel ini ?

Zen GardenSyahdan di sebuah padepokan kecil di lereng gunung nun jauh disana bermukim seorang guru bersama dengan murid-muridnya. Bangunan-bangunan di Padepokan itu sangat bersahaja tetapi tampak ketertiban dan kebersihannya sangat dijaga. Dinding-dindingnya dari susunan batu-bata yang sangat rapih. Pintu dan jendelanya yang berukuran cukup lebar dibuat dari kayu pohon pinus yang banyak terdapat disekitar padepokan itu. Atapnya disusun dari paduan warna-warni genting terakota. Halamannya bersih, tanamannya tertata rapi, bunga-bunga bermekaran. Angin sejuk bertiup sepoi-sepoi memberikan suasana segar di tengah keheningan. Sungguh sangat mencerminkan kebersihan hati para penghuninya. … [ mau baca lanjutannya ? ] …

4/12/2009

Sang Majikan

Disimpan di: JEJAK PENA, Bercermin, Kajian Suluk pada pk. 4:49 pm ; Share on Facebook artikel ini ?

Ada sebuah kisah yang dimuat dalam buku tentang Syekh Abd’ al Qadir al Jilany. Kisah itu bisa dipandang sebagai ajaran sang Syekh tentang bagaimana seharusnya seorang manusia berakhlak kepada Rabb-nya.

Inilah kisahnya.

Seorang lelaki yang baik hati membeli seorang budak. Budak itu berakhlak baik dan kuat agamanya. Kemudian lelaki itu bertanya kepada budak yang dibelinya, “Hambaku, kamu ingin makan apa ?”.
Budak itu menjawab, “Makanan apa saja yang tuanku berikan kepadaku.”
“Kamu ingin pakaian apa ?” tanya lelaki itu lagi.
“Pakaian apa saja yang tuanku berikan kepadaku.”
“Kamu ingin duduk dimana di dalam rumahku ?“
“Dimana saja tuanku tempatkan aku“
“Kamu ingin kerja apa ?”
“Apa saja yang tuanku perintahkan.” … [ mau baca lanjutannya ? ] …






Blog at Blogsome powered by Wordpress … Theme 'THY SELF FINDING' design by Beranda Suluk ©2009 for Sekapur-Sirih weBlog.